Jumat, Januari 24

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN BEASISWA MENGGUNAKAN METODE FMADM DAN SAW

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Pada zaman sekarang ini berbagai bidang teknologi telah bermunculan dan telah berkembang dengan pesat, baik dalam bidang teknologi otomotif, industri, komputer, dan terutama perkembangan dibidang teknologi informasi mengingat informasi menjadi salah satu pilar utama yang dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Dengan adanya kemajuan teknologi inilah pekerjaan manusia menjadi lebih mudah dan lebih cepat terselesaikan. Hal ini membuat penguasaan informasi menjadi sangat penting. Perkembangan teknologi informasi tersebut juga dipengaruhi oleh perkembangan komputer yang juga begitu pesatnya. Komputer yang pada awal pembuatannya hanya dibuat untuk melakukan penghitungan sekarang bisa digunakan sebagai alat bantu manusia untuk mengerjakan hal-hal yang sulit dan membutuhkan konsistensi tinggi sehingga keberadaan komputer pada saat ini sangat membantu dalam mempermudah pekerjaan manusia. Berbeda dengan manusia yang bila bekerja dalam waktu yang lama akan mengalami kejenuhan sehingga sering melakukan kesalahan, komputer bisa konsisten dalam bekerja, jadi meski bekerja dalam waktu yang lama komputer tidak akan merasa jenuh dan data yang dihasilkan pun juga akurat atau dengan kata lain jarang melakukan kesalahan. Proses pengolahan data dalam komputer dilakukan menggunakan mesin sehingga proses pengolahan tersebut relatif cepat dibanding dengan proses pengolahan data secara manual. Hal ini membuat sistem informasi yang didukung dengan penggunaan komputer akan menghasilkan informasi dengan cepat dan hasil yang diperolehpun juga akurat. Sistem pendukung keputusan (SPK) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer termasuk sistem berbasis pengetahuan atau manajemen pengetahuan yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi terstruktur yang spesifik. Uang sekolah merupakan salah satu kewajiban siswa yang harus dibayar setiap bulannya kepada sekolah tempat mereka menuntut ilmu. Namun terkadang banyak siswa yang menunggak membayar uang sekolah karena ketidakmampuan mereka untuk membayar uang sekolah karena berbagai alasan. Ini menjadi salah satu masalah tersendiri bagi pihak sekolah. Untuk membantu masalah tersebut, di setiap lembaga pendidikan, baik SD, SLTP, SMU, maupun perguruan tinggi banyak sekali terdapat program - program beasiswa yang diberikan kepada para siswa, ada beasiswa yang datang dari pemerintah ataupun dari suatu lembaga swasta. Di Madrasah Aliyah Al - Iman Magelang terdapat beasiswa yang diperuntukkan kepada para siswa yang berprestasi, dan adapula beasiswa yang diperuntukkan kepada para siswa yang kurang mampu sehingga diharapkan dapat meringankan para siswa dalam membayar biaya sekolah. Pengolahan data beasiswa di Madrasah Aliyah Al - Iman Magelang pada saat ini masih menggunakan sistem yang masih manual, yaitu belum adanya komputerisasi dalam menentukan penerima beasiswa, sehingga banyak masalah yang terjadi pada sistem ini. Permasalahan yang sering muncul yaitu kurang tepatnya penyaluran beasiswa terhadap siswa, misalnya siswa yang sebenarnya tidak layak mendapatkan beasiswa namun mendapatkan beasiswa, sebaliknya siswa yang berhak mendapatkan beasiswa baik itu beasiswa berprestasi maupun beasiswa kurang mampu tetapi tidak mendapatkan beasiswa. Masalah seperti itu muncul karena kurang telitinya para penyeleksi dalam melakukan seleksi penerima beasiswa. Prosedur pengajuan permohonan beasiswa di Madrasah Aliyah Al - Iman Magelang siswa harus mengisi formulir yang berisikan data dari siswa, seperti jumlah penghasilan orang tua, jumlah saudara kandung, jumlah tanggungan orang tua, dan lain-lain. Khusus untuk pengajuan beasiswa kurang mampu harus melampirkan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan. Data-data tersebut yang akan dijadikan pertimbangan untuk menentukan penerima beasiswa. Berdasarkan dari permasalahan diatas dapat diambil alternatif solusi yaitu dengan cara membangun sistem pendukung keputusan dengan menggunakan Fuzzy Multi - Attribute Decision Making (FMADM) dan Simple Additive Weighting (SAW). Fuzzy Multi - Attribute Decision Making (FMADM) adalah suatu metode yang digunakan untuk mencari alternatif optimal dari sejumlah alternatif dengan kriteria tertentu. Inti dari FMADM adalah menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif yang sudah diberikan. Untuk perangkingan dari sistem pendukung keputusan ini menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini sering juga dikenal dengan istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Penulis merasa perlu untuk berkontribusi dalam mencari jalan keluar masalah ini, maka penulis mengajukan membangun sistem pendukung keputusan dengan judul “Sistem Pendukung Keputusan Penerima Beasiswa dengan Menggunakan Fuzzy Multi - Attribute Decision Making (FMADM) dan Metode Simple Additive Weighting (SAW) di Madrasah Aliyah Al – Iman Magelang”. Dengan metode tersebut, diharapkan penilaian akan lebih tepat karena didasarkan pada nilai kriteria dan bobot yang sudah ditentukan sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih akurat terhadap siapa yang akan menerima beasiswa di Madrasah Aliyah Al - Iman Magelang sehingga hasilnya menjadi lebih tepat sasaran.
B. Rumusan Masalah Bagaimana membangun sistem pendukung keputusan penerima beasiswa berprestasi dan beasiswa kurang mampu dengan Fuzzy Multi - Attribute Decision Making (FMADM) dan metode Simple Additive Weighting (SAW) di Madrasah Aliyah Al - Iman berdasarkan bobot dan kriteria, sehingga dalam proses penentuan penerima beasiswa menjadi lebih tepat sasaran. C. Batasan Masalah Pada dasarnya permasalahan dalam beasiswa ini cukup luas, tetapi agar sesuai yang telah direncanakan sebelumnya diperlukan batasan-batasan agar tujuan penelitian dapat tercapai. Adapun batasan-batasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Sistem Pendukung Keputusan ini hanya digunakan untuk merekomendasikan penerima beasiswa berprestasi dan beasiswa kurang mampu. 2. Perangkat lunak yang digunakan untuk membangun aplikasi ini adalah PHP dan MySQL. 3. Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan formulir pendaftaran beasiswa dan dilihat dari nilai rata – rata siswa. 4. Variabel yang akan diproses adalah pekerjaan orang tua, penghasilan orang tua, perilaku siswa, kelas, jumlah tanggungan orang tua, dan nilai rata-rata raport siswa. D. Tujuan Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. Untuk memudahkan sekolah dalam penyeleksian calon penerima beasiswa. 2. Menerapkan Fuzzy Multi - Attribute Decision Making (FMADM) dan metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam merekomendasikan penerima beasiswa berprestasi dan beasiswa kurang mampu berdasarkan bobot dan kriteria. E. Manfaat Manfaat yang akan diperoleh apabila tujuan penelitian tercapai yaitu dengan sistem pendukung keputusan tersebut, maka akan didapat suatu sistem yang akan mempermudah pihak sekolah dalam menentukan penerima beasiswa berprestasi dan beasiswa kurang mampu, sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih akurat. F. Metodologi Penelitian Metodologi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut : 1. Tahap pengumpulan data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Studi Literatur Pengumpulan data dengan cara mengumpulkan literatur, jurnal, paper dan bacaan-bacaan yang ada kaitannya dengan judul penelitian. b. Observasi Teknik pengumpulan data dengan mengadakan penelitian dan peninjauan langsung terhadap permasalahan yang diambil. c. Interview Teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung yang ada kaitannya dengan topik yang diambil. 2. Tahap pembuatan perangkat lunak. Teknik analisis data dalam pembuatan perangkat lunak menggunakan paradigma perangkat lunak secara waterfall seperti pada Gambar 1.1 yang meliputi beberapa proses diantaranya: Gambar 1.1 Skema waterfall a. Analisis Merupakan tahap menganalisis hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek pembuatan perangkat lunak. b. Design Tahap penerjemahan dari data yang dianalisis kedalam bentuk yang mudah dimengerti oleh user. c. Coding Tahap penerjemahan data atau pemecahan masalah yang telah dirancang keadalam bahasa pemrograman tertentu. d. Pengujian Merupakan tahap pengujian terhadap perangkat lunak yang dibangun. e. Maintenance Tahap akhir dimana suatu perangkat lunak yang sudah selesai dapat mengalami perubahan–perubahan atau penambahan sesuai dengan permintaan user.